Bioetanol/ biobensin

Di daerahku, Gunungkidul dahulu terkenal karena makanan pokoknya adalah 'gaplek'  atau singkong yang dijemur. Dan biasanya hanya di jemur lalu dijual, alangkah lebih bernilai jika dioptimalkan supaya ada nilai lebih nya, yaitu dapat dijadikan sebagai bahan bakar, bioetanol

Bio-bensin adalah bahan bakar yang terbuat dari bahan organik, seperti tanaman, hewan, atau mikroorganisme. Bio-bensin dapat digunakan sebagai pengganti bensin konvensional yang berasal dari minyak bumi.

Kelebihan Bio-Bensin
Bio-bensin memiliki beberapa kelebihan, antara lain:

1. *Ramah lingkungan*: Bio-bensin dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan polusi udara.
2. *Sumber daya yang dapat diperbarui*: Bahan baku bio-bensin dapat diperbarui secara alami.
3. *Mengurangi ketergantungan pada minyak bumi*: Bio-bensin dapat mengurangi ketergantungan pada minyak bumi.

Jenis Bio-Bensin
Ada beberapa jenis bio-bensin, antara lain:

1. *Bio-etanol*: Bio-etanol adalah bio-bensin yang terbuat dari tanaman, seperti jagung, tebu, atau gandum.
2. *Bio-diesel*: Bio-diesel adalah bio-bensin yang terbuat dari minyak tanaman, seperti minyak sawit atau minyak kedelai.
3. *Bio-butanol*: Bio-butanol adalah bio-bensin yang terbuat dari tanaman, seperti jagung atau gandum.

Proses Pembuatan Bio-Bensin
Proses pembuatan bio-bensin melibatkan beberapa tahap, antara lain:

1. Pengumpulan bahan baku: Bahan baku bio-bensin, seperti tanaman atau minyak tanaman, dikumpulkan.
2. Pengolahan bahan baku: Bahan baku bio-bensin diolah menjadi bio-bensin.
3. Pemurnian bio-bensin: Bio-bensin dipurnikan untuk menghasilkan bio-bensin yang berkualitas.

Aplikasi Bio-Bensin
Bio-bensin dapat digunakan dalam berbagai aplikasi, antara lain:

1. 
singkong (sumber foto: https://cf.shopee.co.id/file/87be35b669b072d858f98f72cfb309f6)

Bioethanol (alkohol) yang didapatkan secara khusus dari fermentasi pati tanaman. Meskipun etanol dapat diekstraksi sebagai produk sampingan dari reaksi kimia dengan etilena dan produk minyak bumi lainnya, sumber-sumber pembuat etanol ini tidak dianggap terbarukan, dan oleh karena itu sebagian besar etanol tak bisa dianggap sebagai bioetanol.[1]jadi sesungguhnya sangat potensial sekali, dengan melimpahnya singkong dapat dijadikan bahan bakar bensin yang juga penggunaanya tidak sedikit.


biometanol(sumber foto:https://megapolitan.antaranews.com/berita/62284/harga-biodiesel-turun-dan-bioetanol-alami-kenaikan)
 

proses pengolahan biometanol,sebagai berikut:

contoh kasus (misalnya  singkong);
urutan pengolahannya yaitu:

1. Ketela dikupas, lalu diparut/dihaluskan.

2.  tambahkan air, diperas hingga muncul sarinya, lalu rebus air sari sampai mengental;

3. jika sudah mengental diamkan/dinginkan

4. Tutup erat wadah cairan rebusan dan tambahkan  ragi yang sudah di Haluskan, diamkan 5-7 hari.(ingat: ragi tidak akan bekerja pada kondisi panas, jadi hendaknya cairan sari tadi di dinginkan betul betul)

6. Destilasi dalam suhu stabil 78°~79°.

(sumber: https://www.youtube.com/watch?v=XidGCK9Vhus ) 

selain singkong, bioethanol dapat pula diperoleh dari kulit nanas, cucian beras, air kelapa,kulitpisang, dan jagung,ampas tebu, nira aren, sekam padi.

kulit nanas (sumber foto:https://t-3.tstatic.net/jualbeli/img/njajal/2019/1/Manfaat-Konsumsi-Kulit-Nanas-yang-Jarang-Diketahui--Buktikan--master-2027182385.jpg)

fungsi: Sebagai pengganti bensin

referensi

[1]https://connect.upnyk.ac.id/blog/799/apa-itu-bioetanol-mengapa-disebut-pengganti-bensin-yang-ramah-lingkungan-

Comments

Popular posts from this blog

bahan nabati di sekitarku yang potensial sebagai Bahan bakar

biomassa padat

air