Bioetanol/ biobensin
Di daerahku, Gunungkidul dahulu terkenal karena makanan pokoknya adalah 'gaplek' atau singkong yang dijemur. Dan biasanya hanya di jemur lalu dijual, alangkah lebih bernilai jika dioptimalkan supaya ada nilai lebih nya, yaitu dapat dijadikan sebagai bahan bakar, bioetanol
Bioethanol (alkohol) yang didapatkan secara khusus dari
fermentasi pati tanaman. Meskipun etanol dapat diekstraksi sebagai
produk sampingan dari reaksi kimia dengan etilena dan produk minyak
bumi lainnya, sumber-sumber pembuat etanol ini tidak dianggap
terbarukan, dan oleh karena itu sebagian besar etanol tak bisa
dianggap sebagai bioetanol.[1]jadi sesungguhnya sangat potensial sekali, dengan melimpahnya singkong dapat dijadikan bahan bakar bensin yang juga penggunaanya tidak sedikit.
biometanol(sumber foto:https://megapolitan.antaranews.com/berita/62284/harga-biodiesel-turun-dan-bioetanol-alami-kenaikan)
proses pengolahan biometanol,sebagai berikut:
contoh kasus (misalnya singkong);
urutan pengolahannya yaitu:
1. Ketela dikupas, lalu diparut/dihaluskan.
2. tambahkan air, diperas hingga muncul sarinya, lalu rebus air sari sampai mengental;
3. jika sudah mengental diamkan/dinginkan
4. Tutup erat wadah cairan rebusan dan tambahkan ragi yang sudah di Haluskan, diamkan 5-7 hari.(ingat: ragi tidak akan bekerja pada kondisi panas, jadi hendaknya cairan sari tadi di dinginkan betul betul)
6. Destilasi dalam suhu stabil 78°~79°.
(sumber: https://www.youtube.com/watch?v=XidGCK9Vhus )
selain singkong, bioethanol dapat pula diperoleh dari kulit nanas, cucian beras, air kelapa,kulitpisang, dan jagung,ampas tebu, nira aren, sekam padi.
kulit nanas (sumber foto:https://t-3.tstatic.net/jualbeli/img/njajal/2019/1/Manfaat-Konsumsi-Kulit-Nanas-yang-Jarang-Diketahui--Buktikan--master-2027182385.jpg)
fungsi: Sebagai pengganti bensin
referensi
[1]https://connect.upnyk.ac.id/blog/799/apa-itu-bioetanol-mengapa-disebut-pengganti-bensin-yang-ramah-lingkungan-
Comments
Post a Comment